Kalau bukan karena mulai merasa gelisah dengan masalah keuangan, mungkin aku gak akan segetol itu melamar kerja lagi di saat usia sudah 33 tahun.
Mungkin aku akan terus saja berkutat dengan keasikanku riset artikel dan monetisasi blog sambil hahahihi bareng teman-teman komunitas Internet Marketer.
Sebenarnya selama 9 tahun masa nganggur, aku tetap kok mencari peluang kerja kantoran yang memang punya gaji tetap. Tapi ya itu, selalu kebentur sama usia dan kendala punya balita.
Nah, di usia 33 tahun saat itu anakku sudah kelas 3 SD. Jadi aku udah lumayan bebas kalaupun harus fokus lagi sama kerjaan kantor. Aku nantinya bisa titip juga ke neneknya atau bibinya setelah dia pulang sekolah.
Di momen itulah aku mulai serius melamar kerja dan menanyakan loker-loker ke keluarga atau teman. Dan Puji Tuhan, akhirnya aku diterima bekerja sebagai Staff Finance di sebuah perusahaan Industri Minyak Kelapa Sawit yang berkantor pusat di Singapura. Dan tahun 2026 adalah tahun ke-12 aku bekerja di kantor ini dan jobdeskku pun sudah bertambah menjadi Finance, Cashier, dan Accounting.
9 tahun nganggur
Sebelum menikah dan punya anak, aku pernah bekerja di 3 kantor. Bahkan aku sudah bekerja sejak Semester 4 waktu kuliah. Aku bekerja mulai jadi Admin Piutang, Admin Sales, dan terakhir Admin HRD.
Otomatis, rutinitas monoton yang sering bikin aku deg-degan berganti denga rutinitas mengganti popok, mencoba berbagai MPASI, dan ikut ngurus bisnis keluarga suami.

Walaupun aku mulai menikmati aktivitas sehari-hari sebagai Ibu Rumah Tangga, tapi status IRT agak dipandang sebelah mata. Belum lagi penghasilan dari 1 sumber saja membuat agak kelimpungan kalau ada tambahan biaya kebutuhan hidup.
Aku mulai melamar kerja berdasarkan info loker di koran-koran. Tapi aku juga sambil mengikuti kursus Internet Marketing yang mengajarkan bagaimana menjadi Affiliate digital product ataupun produk fisik melalui website. Aku juga belajar menjadi partner Google Adsense.
Dan karena aku memang termasuk orang yang tech savvy, walaupun awalnya kesulitan belajar membuat website dari blogspot atau wordpress tapi akhirnya aku bisa juga.
Aku biasanya belajar modul di pagi setelah selesai masak dan malam setelah ngajarin anak belajar sampai anak tidur. Gak jarang aku begadang sampai jam 2 dini hari. Aku benar-benar sangat menyukai bidang ini walaupun harus tahan duduk berjam-jam untuk riset niche, kata kunci, dan juga pesaing.
Sayangnya, belajar 1 tahun plus penyesuaian 1 tahun tidak membuatku langsung berpenghasilan besar. Belum lagi karena akunku sebagai marketer itu berstatus akun luar negeri jadi ada batasan nilai pendapatan yang bisa dicairkan.
Dari situ, ibuku mulai negur aku supaya cari kerja kantoran aja. Lagian katanya lebih enak dilihat kalau pakai seragam dan duduk di kantor. Wkwkw…
Sebenarnya sih aku berat untuk melamar kerja kantoran lagi. Bukan karena aku tidak mampu bersaing, tapi jujur aku gak sanggup dengan drama-drama, politik, atau sistem kerja rodi di kantor.
Tapi sebagai anak yang mau berbakti sama orangtua, akhirnya ya aku nurut aja dan terus melamar kerjaan kantoran.
Mungkin karena selama ini aku tetap mengoperasikan laptop, tetap akrab dengan aplikasi-aplikasi digital, tetap mengoperasikan microsoft office, gak terlalu sulit melewati tes.
Saat sesi wawancara pun aku tidak terlalu kagok menjawab karena selama nganggur itu aku tetap berkomunitas dan sering berdialog online. Untung aja saat wawancara aku bisa tunjukin 2 situs sebagai hasil kerjaku selama di rumah dan malah bisa menjelaskan sistem internet marketing saat wawancara.